Mendukung Kesehatan Keluarga Melalui Implementasi Herbal Corner Berbasis Toga di Sanggar Indah Banjaran

6/21/20262 min read

Sanggar Indah Banjaran, 21 Juni 2026 – Warga RT 08 RW 11 Perumahan Sanggar Indah Banjaran, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, mengikuti kegiatan Implementasi Herbal Corner Berbasis TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Lapang RT 08 RW 11.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara masyarakat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA) dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya menjaga kesehatan secara alami sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang hijau, asri, dan produktif.

Sambutan dan Dukungan Aparatur Wilayah
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dusun (Kadus) Desa Nagrak, Bapak Ari, yang menyampaikan pentingnya membangun budaya hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah.

Beliau berharap program Herbal Corner Berbasis TOGA dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua RW 11, Bapak Ambotang, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterapkan secara langsung oleh warga sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan keluarga dan lingkungan.

Edukasi Kesehatan dari Fakultas Kedokteran UNISBA

Dalam kegiatan ini, tim dari Fakultas Kedokteran UNISBA memberikan edukasi mengenai berbagai jenis tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanaman herbal, manfaat kesehatan, teknik budidaya yang baik, cara perawatan, hingga pemanfaatannya secara aman dan tepat.

Selain penyuluhan, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para narasumber mengenai berbagai permasalahan kesehatan dan pengalaman dalam menanam tanaman obat di lingkungan rumah masing-masing.

Kehadiran tim akademisi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA memberikan nilai tambah bagi kegiatan ini karena warga tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis mengenai budidaya tanaman herbal, tetapi juga pemahaman ilmiah mengenai manfaat tanaman obat bagi kesehatan.

Antusiasme Warga dan Kebersamaan Masyarakat

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, bapak-bapak, pemuda, hingga lansia, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat.

Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang sehat dan berdaya.

Melalui program Herbal Corner Berbasis TOGA, masyarakat didorong untuk mulai menanam berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, serai, daun sirih, lidah buaya, dan berbagai tanaman obat lainnya yang mudah dibudidayakan serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan keluarga.

Komitmen Menuju Lingkungan Sehat dan Mandiri

Ketua RW 11, Kepala Dusun Desa Nagrak, serta seluruh warga menyampaikan apresiasi kepada tim Fakultas Kedokteran UNISBA, para narasumber, mahasiswa, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Diharapkan program Herbal Corner Berbasis TOGA tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang diterapkan oleh setiap keluarga di lingkungan RT 08 RW 11.

Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah wilayah, dan institusi pendidikan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pelestarian lingkungan, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, mandiri, produktif, dan berkualitas.

Gallery